Sudah Berlalu
ASFN Conference 2010
“Social Forestry in Contributing to Food Security and in Addressing Climate Change”
Yogyakarta, 14-18 Juni 2010
Oleh: Umi Syamsiatun
Pertemuan rutin ASFN ke 4 ini dihadiri oleh seluruh negara anggota ASEAN serta beberapa jaringan dan mitra dari Indonesia termasuk CAPPA. Konfrensi tersebut dihadiri lebih kurang 150 orang dari 120 lembaga baik dari kalangan pemerintahhan, kedutaan besar, dan NGO. Pertemuan ritin yang bekerja sama langsung dengan Kementrian Kehutanan Republik Indonesia ini di buka secara resmi oleh mentri Kehutanan Republik Indonesua Zulkifli Hasan pada hari senin tanggal 14 Juni pukul 08.00 WIB. Salam sambutanya Menteri Kehutanan menyatakan bahwa Social Forestry di Indoensia mempunyai peranan yang besar dalam menurunkan emisi GRK, dan pemerintah tetap berkomitmen untuk mengembangkan Social Foresty di Indonesia melalui berbagai skema yang telah ada.
PENDAMPINGAN HUTAN TANAMAN RAKYAT
KABUPATEN BATANGHARI
Oleh: Umi Syamsiatun
Pada tahun 2008 Menteri Kehutanan Republik Indonesia meluncurkan program Hutan Tanaman Rakyat (HTR) sebagai salah satu model kelola kawasan hutan berbasis kemasyarakatan di Indonesia termasuk di provinsi Jambi. Di provinsi Jambi ada 4 Kabupaten yang mendapat areal pencadangan HTR yaitu Kabupaten Batanghari, Kabupaten Tebo, Kabupaten Sarolangun dan Kabupaten Muaro Jambi, dengan total areal pencadangan seluas 36.683 ha.
DIALOG INTERAKTIF DI TVRI DAN TALKSHOW DI RADIO
(TVRI Jambi, Radio Gsp Jambi Dan Radio El Jhon Jambi)
“Kesiapan Jambi Menghadapi Perubahan Iklim”
Oleh: Umi Syamsiatun
Dalam rangka melakukan penyadaran publik dan distribusi informasi yang baik tentang Dampak Perubaan Iklim serta Kesiapan Jambi Menghadapi Perubahan Iklim, CAPPA di dukung oleh Samdhana Intitute dan bekerja sama dengan media mengadakan Dialog interaktif di TVRI dan Talkshow di Radio tentang Kesiapan Jambi Menghadapai Perubahan Iklim. Tujuan umum dari rangkaian kegitan ini adalah untuk melakukan diseminasi informasi dari perkembangan berbagai inisiatif adaptasi perubahan iklim yang dibangun oleh pemerintah lokal, nasional, hingga internasional. Karena dampak perubahan iklim di berbagai sektor sudah dirasakan secara nyata oleh berbagai kalangan.
Diskusi Kelompok Masyarakat Sipil
Tentang Penataan Ruang Propinsi Jambi
Diskusi yang bertempat dikantor CAPPA ini merupakan sebuah inisiatif dalam merespon penyusunan Rencana Tata Ruang wilayah Propinsi Jambi. Tujuan dari diskusi ini adalah untuk Fasilitasi pertukaran informasi dan pengetahuan diantara kelompok masyarakat sipil di Jambi terkait tentang Penataan Ruang Jambi. Selain itu, diharapkan bisa membangun jejaring komunikasi antar kelompok masyarakat sipil untuk terus mengawal proses penyusunan Rencana Tata Ruang Propinsi Jambi. Diskusi yang dilaksanakan pada tanggal 14 Mei 2010 menghadirkan narasumber Rian Hidayat dari yayasan Setara dan Usman,SH.MH dari Pusat Penelitian Hukum dan Pembangunan Universitas Jambi serta di fasilitator oleh Nurbaya Zulhakim.
Lokakarya
Memperkuat Peran Masyarakat Sipil dalam Proses Penataan Ruang Pulau Sumatra yang Berbasis Keselamatan Warga dan Lingkungan
Sejarah peradaban pembangunan berjalan paralel dengan sejarah perkembangan model-model produksi, yang mencakup modal produksi, hubungan produksi dan kapitalisasi sumber-sumber serta hasil produksi. Model produksi yang bersifat industrialis, massif berskala besar, integrasi komponen produksi hulu-hilir dan jaminan ketersedian sumber daya hayati, masih dominan sebagai model pembangunan global.
Lokakarya
Memahami Proyek REDD Rintisan dikaitkan dengan Kepastian Hukum dan Kebijakan Minimalisasi Resiko
Dampak perubahan iklim semakin nyata dirasakan, curah hujan yang tidak menentu, peningkatan suhu yang semakin panas, meningkatnya permukaan air laut, meningkatnya wabah penyakit serta perubahan cuaca yang sangat ekstrim semua itu meruapakn dampak perubahan iklim yang tak akan terhindarkan. Diyakini oleh banyak kalangan bahwa perubahan iklim akan membawa dampak yang sangat signifikan terhadap kehidupan mahluk di bumi ini.
PETEMUAN MITRA EGP REDIONAL SUMATERA
Oleh: Umi Syamsiatun
Pertemuan mitra EGP regional Sumatera di laksanakan pada tanggal 13-16 April 2010, di Desa Batu Sagam Kecamatan Kampar Kiri Hulu Provinsi Riau. Peserta yang hadir adalam pertemuan mitra EGP adalah Yayasan Hakiki, Yayasan Mitra Insani, Perkumpulan Alam Sumatera, Yayasan CAPPA, Lembaga tiga Beradik dan Samdhana. Ada 4 mitra lain yang tidak hadir yaitu Walhi Sumut, WBH Palembang, LTA Kerinci dan PGB (jambi).
AKAN DATANG
Semiloka
Urgensi Pengembangan Safeguard (mekanisme pengaman) dalam Pengelolaan Kehutanan Terkait Upaya Pengurangan Emisi dari Sektor Kehutanan
Dalam perdebatan REDD di UNFCCC, safeguard menjadi salah satu topik penting. Safeguard menjadi suatu kriteria pengaman yang melindungi sejumlah prinsip yang tidak bisa ditawar lagi (non negotiable issues) agar tidak digadaikan untuk atau dibajak oleh sebuah proyek atau kebijakan. Berkaitan dengan REDD, safeguard mencakup safeguard sosial dan lingkungan.
Terakhir Diupdate (Kamis, 17 Juni 2010 06:34)
Dapur CAPPA

